• Jum. Jun 5th, 2026

SENTRAL ORGANISASI KARYAWAN SWADIRI INDONESIA

KEPALA SMA NEGERI 1 TUKKA DISOROT! DIDUGA SERING TINGGALKAN SEKOLAH SAAT JAM KERJA, PUBLIK DESAK DINAS PENDIDIKAN BERTINDAK

Tapanuli Tengah – SoksiMedia.Com | Sorotan terhadap kepemimpinan di SMA Negeri 1 Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, kembali mengemuka. Kepala sekolah berinisial Faisal N. diduga tidak menunjukkan disiplin kerja sebagaimana yang diamanatkan dalam tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan lembaga pendidikan.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa kepala sekolah tersebut diduga kerap meninggalkan lingkungan sekolah pada jam kerja. Dugaan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan, manajemen sekolah, serta tanggung jawab terhadap proses pendidikan yang berlangsung setiap hari.

Saat awak media mendatangi SMA Negeri 1 Tukka pada Rabu (3/6) sekitar pukul 09.30 WIB, kepala sekolah disebut sudah tidak berada di tempat. Keterangan yang disampaikan petugas keamanan sekolah mengindikasikan bahwa kondisi tersebut bukanlah hal yang baru terjadi.

Menurut pengakuan petugas keamanan, kepala sekolah disebut sering meninggalkan sekolah setelah melakukan absensi dan baru kembali menjelang sore hari. Jika informasi tersebut benar, maka hal ini patut menjadi perhatian serius karena dapat mencerminkan lemahnya kedisiplinan seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi guru maupun peserta didik.

Sorotan serupa juga datang dari kalangan masyarakat sipil. Aktivis LSM Perkara, H. Manalu, mengaku telah beberapa kali mendatangi sekolah tersebut untuk melakukan koordinasi dan klarifikasi terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian publik. Namun, menurutnya, upaya tersebut selalu berakhir tanpa hasil karena kepala sekolah tidak pernah dapat ditemui.

“Bagaimana masyarakat bisa mendapatkan penjelasan jika pimpinan sekolah sulit ditemui? Ini bukan hanya soal etika pelayanan publik, tetapi juga menyangkut akuntabilitas jabatan yang diemban dengan anggaran negara,” tegas Manalu.

Kondisi ini memunculkan desakan agar instansi terkait, khususnya Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh. Masyarakat menilai bahwa disiplin kerja seorang kepala sekolah tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas tata kelola pendidikan.

Pengamat pendidikan juga menilai, apabila dugaan sering meninggalkan sekolah saat jam dinas terbukti benar, maka hal tersebut dapat menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan. Seorang kepala sekolah bukan hanya administrator, tetapi pemimpin yang wajib hadir, mengawasi, membina tenaga pendidik, serta memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan optimal.

Publik kini menunggu langkah konkret dari pihak berwenang. Transparansi dan penegakan disiplin dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Jangan sampai sekolah yang seharusnya menjadi tempat membangun karakter dan kedisiplinan justru dipimpin oleh figur yang diduga mengabaikan prinsip-prinsip tersebut.

Jika dugaan ini benar, maka diperlukan tindakan tegas dan evaluasi menyeluruh. Sebaliknya, jika tidak benar, pihak sekolah perlu memberikan klarifikasi terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *