• Kam. Apr 2nd, 2026

SENTRAL ORGANISASI KARYAWAN SWADIRI INDONESIA

PEKERJAAN MANGKRAK DI SENTANI TIMUR PICU KEKHAWATIRAN BANJIR DAN PENUMPUKAN SAMPAH, WARGA DESAK APARAT BERTINDAK TEGAS

Sentani Timur, Papua – Pekerjaan di wilayah Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, kembali menuai sorotan tajam. Berdasarkan temuan di lapangan, aktivitas proyek tersebut dilaporkan telah terhenti atau mangkrak selama dua hari tanpa kejelasan, meninggalkan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan warga sekitar.

Dari dokumentasi yang diperoleh, terlihat adanya perubahan aliran sungai, tumpukan material tanah, serta alat berat yang ditinggalkan begitu saja. Kondisi ini diperparah dengan saluran air yang terganggu dan dipenuhi material lumpur, sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir, terutama saat hujan turun.

Tidak hanya itu, muncul fenomena serius berupa penumpukan sampah yang diduga akibat terhambatnya aliran air. Penyumbatan aliran ini menyebabkan sampah tidak dapat terbawa menuju hilir, baik ke laut maupun ke titik pengelolaan atau pendaurulangan. Akibatnya, sampah menumpuk di area proyek dan aliran air sekitar, memperparah potensi pencemaran lingkungan serta memperbesar risiko banjir.

Warga setempat mengaku resah dan khawatir. Mereka menilai proyek yang tidak dikelola secara profesional ini tidak hanya menjadi ancaman banjir, tetapi juga memperburuk kondisi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Air tersumbat, sampah menumpuk. Kalau hujan turun, bukan cuma banjir, tapi juga kotoran ikut masuk ke pemukiman. Ini sangat berbahaya,” ungkap salah satu warga dengan nada tegas.

Lebih jauh, warga juga mempertanyakan legalitas dan pengawasan terhadap proyek tersebut. Mereka mendesak aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap izin, pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini.

Tidak hanya itu, warga juga meminta agar instansi terkait tidak tutup mata terhadap kondisi ini. Dugaan kelalaian dalam pelaksanaan proyek harus diusut tuntas, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran prosedur atau penyalahgunaan kewenangan yang berdampak langsung pada lingkungan.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Jika tidak segera ditindaklanjuti, bukan tidak mungkin proyek mangkrak ini berubah menjadi bencana lingkungan yang merugikan masyarakat luas—baik dari sisi banjir maupun krisis kebersihan akibat penumpukan sampah.

Tuntutan Warga:

1. Pemeriksaan izin dan legalitas proyek secara transparan.
2. Penindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab jika terbukti lalai.
3. Penanganan darurat untuk membuka kembali aliran air guna mencegah banjir dan penumpukan sampah.
4. Pengangkutan serta pengelolaan sampah yang sudah menumpuk di lokasi.
5. Pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas proyek di wilayah tersebut.

Warga Sentani Timur menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika keselamatan lingkungan dan masyarakat terus diabaikan. Aparat diminta untuk tidak “menunggu korban” baru bergerak.

(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *