BANGLI – Di tengah persoalan sampah yang mendera Bali, secercah harapan muncul dari Kabupaten Bangli. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, pada [Tanggal: 5 Januari 2026], secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menampung sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kabupaten Bangli, I Putu Ganda Wijaya, dalam wawancara eksklusif, menjelaskan bahwa wacana ini bergulir setelah kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke TPA Landih Bangli dan rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
“Penekanan Bapak Menteri jelas: jika TPA Bangli ingin menjadi solusi akhir untuk sampah Denpasar dan Badung, maka TPA kita harus direvitalisasi terlebih dahulu,” tegas Putu Ganda.
Ia mengakui kondisi TPA Landih saat ini masih jauh dari ideal, dengan keterbatasan alat berat, kolam lindi yang belum optimal, serta akses jalan yang memprihatinkan. Revitalisasi menjadi harga mati agar TPA Bangli memenuhi standar pengelolaan sampah yang ditetapkan.
Lebih lanjut, Putu Ganda meluruskan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa TPA Bangli bukanlah TPA bertaraf internasional yang siap menerima semua jenis sampah. Sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2013, Pemkab Bangli hanya dapat bekerja sama dengan daerah lain jika memenuhi standar yang berlaku.
“Sampah yang akan dikirim ke TPA Landih hanyalah sampah residu. Tidak boleh ada sampah organik maupun anorganik,” ujarnya.
Untuk mengatur kerja sama ini, Pemkab Bangli akan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. PKS ini akan memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk sistem pengiriman sampah dan kompensasi finansial bagi Bangli.
Namun, di balik persyaratan teknis tersebut, Putu Ganda menekankan adanya alasan yang lebih mendasar: kemanusiaan dan keberlangsungan pariwisata Bali.
“Ini adalah wujud kepedulian kami sebagai sesama warga Bali. Kita harus saling tolong-menolong. Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Bali, demi kemanusiaan dan demi masa depan pariwisata kita,” pungkasnya.
Dengan kesediaan Bangli untuk membantu mengatasi persoalan sampah di Bali, muncul harapan baru bagi terwujudnya lingkungan yang bersih dan lestari. Namun, keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada komitmen semua pihak untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. (RED)
