PADANG SUMBAR | Sikap tertutup Kepsek SMKN.1 Lembah Melintang ES mengundang teka teki di kalangan masyarakat, ada yang beranggapan bentuk kekhawatiran dan tak mau di usik soal dana Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) yang digunakan pada tahun 2025.
Sangat lumayan Fantastik BOSP tahun 2025 yang terealisasi ke SMKN.1 Lembah Melintang Sebesar Rp.1.650.030.000. dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai berikut ;
Pada temuan investasi tahap ke I di SMKN.1 Lembah Melintang Dengan Jumlah Siswa Penerima
1.032 Orang Tanggal Pencairan 22 Januari 2025 Rincian Penggunaan; penerimaan Peserta Didik baru Rp 0 pengembangan perpustakaan Rp 69.392.500 kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 20.600.000
Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 0 administrasi kegiatan sekolah Rp 115.072.303 pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 9.037.000 langganan daya dan jasa Rp 35.627.390 pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 77.795.000 penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 0 penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 203.416.399
Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp 0 pembayaran honor Rp 47.220.000 Total Dana Rp 578.160.592. Pada temuan Investasi Tahap ke II Penggunaan Belanja BOSP Jumlah Siswa Penerima 1.032 Orang Tanggal Pencairan 27 Agustus 2025 Rincian Penggunaan; penerimaan Peserta Didik baru Rp 0 pengembangan perpustakaan Rp 176.197.214 kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 0 kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 0
Administrasi kegiatan sekolah Rp 341.862.573 pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp 12.165.774 langganan daya dan jasa Rp 36.383.270 pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 309.431.977 penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 7.000.000
Penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp 131.448.600
Penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB Rp 800.000 pembayaran honor Rp 56.580.000 Total Dana Rp 1.071.869.408.
Dari data yang kami peroleh kata Budi Firmansyah,SE selaku aktivis Pemerhati Peduli Pendidikan Indonesia (P3i) kepada wartawan (05/08/26) ini tidak jahu beda dari angka penggunaan di SMKN.1 Lembah Melintang Kab. Pasaman Barat, dengan bukti dokumen yang kita miliki berupa Anggaran Rencana Kerja Sekolah (ARKAS) tahun 2025 yang sudah digunakan oleh Kepsek tersebut, sangat fantastis belanja administrasi selama 1 tahun berkisar Rp.400 juta rupiah di tambah biaya kegiatan yang tumpang tindih beber Budi dengan yakin.
Sambungnya (Budi Firmansyah SE) ada lagi fundi-fundi peluang pungli dan monopoli bisnis penyalahgunaan jabatan Kepsek SMKN.1 Lembah Malintang, pada saat SPMB siswa baru wajib bayar uang seragam 5 jenis. Putih abu-abu, Pramuka, olahraga, Batik dan Praktek ini harus bayar separoh di depan ujar firman. Hal ini bertentangan dengan PP RI No 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggara Pendidikan Pasal 181,198 Dan Permendikbud RI No 50 Tahun 2022 Tentang Seragam Sekolah jadi sudah cukup jelas ungkap Firmansyah.
Belum lagi pungli berkedok Pendidikan setiap bulan di SMKN.1 Lembah Malintang, alih -alih kekurangan dana BOSP jual nama komite dan rapat komite, yang di kenakan setiap bulannya.
Kita akan sampaikan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Kejaksaan Negeri Pasan Barat agar segera mengusut, dugaan kecurangan SPj tak wajar, dalam belanjanya temuan dana BOSP di SMKN.1 Lembah Melintang agar segera di audit ulang kembali oleh penyidik ungkap Firmansyah.
Sementara Kepsek SMKN.1 Lembah Melintang Edi Supandri saat di konfirmasi via WhatsApp 081374432xxx ia memilih bungkam sedangkan telpon berdering namun tidak di jawab, pesan chatpri tidak di balas sampai berita ini di terbitkan.
Tim/Red
